Bali pantas menjadi Destinasi Wisata terbaik

kembali lagi dengan saya Aprilia (GAYO,23) disini saya akan membahas tentang pendapat saya mengenai ” Bali Sebagai Destinasi Wisata Terbaik”

Berita mengatakan bahwa baru-baru ini sebuah situs travel planning and booking TripAdvisor telah menetapkan Bali sebagai tujuan wisata terbaik di dunia, mengalahkan 25 destinasi wisata lainnya di dunia termasuk Paris dan Turki. Bali dinobatkan sebagai pemenang penghargaan Travellers ‘Choice untuk kategori destinasi terbaik di seluruh dunia. Tak hanya menjadi destinasi wisata di dunia, Bali juga ditetapkan sebagai destinasi wisata terbaik di Asia. Mengalahkan negara Jepang, Cina, hingga Korea Selatan. Berikut ini urutan destinasi wisata di seluruh dunia yang menempatkan Bali di posisi teratas versi TripAdvisor.

Menurut yang saya baca dan memang benar terjadi dilapangan adalah di pulau bali banyak akomodasi yang memadai, contohnya villa dan hotel, di bali jumlah hotel tidak bisa di hitung dengan tangan dari yang berbintang satu maupun yang berbintang lima dan tujuan wisata yang indah untuk di kunjungi, Bali juga memiliki tradisi yang unik memiliki daya tarik tersendiri di bidang Pariwisata.

Dan pendapat saya tentang Bali menjadi destinasi wisata terbaik di Dunia adalah bangga karena salah satu provinsi yang ada di Indonesia bisa menjadi destinasi wisata terbaik di dunia, dan hal ini sangatlah bisa membantu pemerintah dalam urusan devisa, karena bayak tamu luar negri yang datang kebali, hal ini juga berdampak pada wisausaha yang ada di bali, semakin banyak wisatawan yang datang kebali semakin banyak juga tempat makan maupun hotel yang akan di tempati oleh mereka, dan sangat membantu perekonomian orang bali, dan saya yakin kedepannya pulau pulau yang indah di Indonesia kan mendapatkan dampaknya juga salah satunya pulau pulau yang indah di Indonesia akan bisa menunjukan keberadaannya.

Dan juga Bali sangat pantas untuk mendapatkan julukan itu dan memang benar adanya jika bali sanatlah unik dan tersimpan banyak tempat wisata yang sudah terkenal dan banyak juga tempat yang unik tapi tidak banyak orang yang tau. Setiap tempat wisata yang ada dibali memiliki ciri khasnya masing masing, dan yang paling di gemari oleh wisatawan luar negeri adalah bali memiliki pantai yang sangat indah dan ombaknnya sangat bagus untuk surfing, banyak ajang competisi surfing international yang diadakan dibali yang sering diguankan yaitu pantai kuta . bali juga memiliki mall yang memiliki fasilitas dan pemandangan yang indah salah satunya yaitu beachwalk dan mall bali galleria.Hidup dibali bagi para wisatawan luar negri juga terbilang murah.

Selain tempat wisata yang ada dibali bali juga terkenal dengan kulinernya yang snagat memiliki ciri khas yang hanya dimiliki oleh pulau ini, kuliner atau masakah bali tidaklah terlalu mahal setiap kabupaten yang ada di bali memiliki ciri khas makanannya tersendiri, selain makanan tradisional, di Bali tidaklah susah untuk mencari makanan yang internasional maupun makanan khas Indonesia seperti Italy’an resto Japanese, Thailand dan juga manan padang makanan khas betawi dll. Dan yang mrnarik dari bali juga adalah masyarakatya yang terkenal ramah, sopan dan peduli sesama.

Bali juga memiliki suatu budaya yang sangat unik apalagi dari segi tari, bali memilii banyak tari tradisional di Bali, salah satunya adalah barong, tari oleg, pendet, dan yang paling unik adalah Joged. Gamelan bali juga sangatlah menarik. Hal lainnya yang tidak luput dari nama Bali adalah kecak Dance yang menceritakan tentang rama dan sita, budaya di Bali benar- benar tidak bisa dilupakan. Selain tarian hal yang sangat membuat wisatawan tertarik dengan bali adalah adat isti adatnya, upacara yang ada di bali sangatlah masih kental dengan tradisinya, contoh pada saat acara pengrupukan, ogoh ogoh salah satunya sangatlah terliat menarik oleh wisatawan luar negri maupun dalam negri.

Wisata alam di Bali hampir tak terhitung jumlahnya, baik yang sudah tersentuh maupun yang masih jarang dikunjungi wisatawan, akomodasi yang mendukung dan juga keramah tamahan warga bali yanSemuanya menawarkan pemandangan yang indah dan pesona tak terlupakan. Sangat pantas jika Bali menduduki peringkat pertama dari semua wisata yang ada di dunia.

Link foto : https://images.app.goo.gl/MWYHZtZPJacZtxXX9

https://images.app.goo.gl/eUXAECgCBhRmDKG16

https://images.app.goo.gl/hAf27kXvgdiRUrVE7

https://images.app.goo.gl/KkijAMPc9zSX9eaT6

https://images.app.goo.gl/ACotG78MbDdSzCeh9

Kesempatan Berwirausaha Ria.

Kembali lagi di blog Aprilia Dewi Rada

kali ini saya akan membahas tentang usaha apa yang akan saya buat jika saya berkesempatan membuka sebuah usaha.

Pengertian wirausaha secara umum merupakan seorang yang berani berusaha secara mandiri dengan mengerahkan segala sumber daya dan upaya meliputi kepandaian mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai lebih tinggi.

Membuka suatu usaha merupakan suatu bisnis yang sangat fleksibel karna yang mengelola adalah diri kita sendiri. Tanpa ada ikatan dari orang lain, kita akan lebih gampang umtuk menggembangkan diri. Kita bisa menjadi bos walaupun sekecil apapun usahanya.

Dan jika saya berkesempatan bisa membuka suatu usaha, usaha yang saya pilih adalah membuka kedai untuk anak muda. Kedai merukapan tempat untuk membeli makanan, nongkrong bersama teman dan juga salah satu tempat untuk istirahat dari hari panjang.

Jenis kedai yang saya ingin buka yaitu kedai yang menjual coffe,makanan indonesia, mancanegara dan camilan yang simple, yang tentunya cukup di kantong dan perut anak muda

Yang di desain dengan tema clasik dan menenangkan dengan beberapa dekorasi yang memanjakan mata. Harga yang akan saya berikan tidak akan terlalu mahal dan merupakan harga standar.

Persaingan di dunia culiner sangatlah ketat di era globalisasi ini, jadi pemikiran yang efektif, efisien dan kreatif sangatlah diperlukan untuk mempertahankan usaha kita di kalangan masyarakat. Salah satu caranya yaitu, memperbaharui menu baru setiap bulan atau setiap dua bulan sekali, dan mengikuti trend makanan yang sedang marak di masyarakat,Menjalin hubungan dengan baik dengan setiap pelanggan, melayani dengan sepenuh hati dan memberi kesan rumah pada kedai kita agar pelanggan bisa merasa nyaman jika sedang makan di tempat kita, karena pelayanan yang baik merupakan penilaian penting dari pelanggan, walaupun seenak apapun makanan, semurah apapun makanan yang kita jual, tapi kita memberi pelayanan yang tidak baik itu sama saja siasia, hal ini saya katakana menurut pengalaman pribadi saya berkunjung ke restoran atau kedai yang ada di Bali.

Saat kita sudah berfikir kreatif untuk kedai kita, tidak menutup kemungkinan jika bisa saja ada orang lain yang membuka usaha baru yang menjiplak usaha kita, oleh karena itu kita harus cepat tanggap, tetapi hal yang penting disamping makanan dan harga yang terjangkau adalah sikap kariawan kepada kostumer.

Kenymanan tempat usaha kita sangatlah diperlukan seperti udara yang nyaman,pemilihan tempat membangun usaha tidak boleh di sembarang tempat, jika membangun di daerah sepi seperti pelosok mungkin saja usaha kita akan lama mendapatkan pelanggan.

Salah satu cara menarik pelanggan yaitu dengan desain yang menarik dari tampak luar usaha kita, seperti milikilah suatu ciri khas dari makanan, tempat dan pelayanan dari

restoran / kedai/ usaha kita dari usaha milik orang lain.

Selain membuka usaha restoran saya juga ingin membuka sebuah rumah kontrakan bagi mahasiswa.

Dari pengalaman saya memasuki dunia perkuliaahan banyak teman saya yang berasal dari luar bali atau rumahnya jauh dari kampus, dan mereka sangatlah kesusahan mencari tempat kost yang nyaman untuk di tempati,

Jika saya berkesempatan untuk membuka tempat kost, saya akan membuka di daerah kampus, dan didaerah yang strategis lainnya. Saya akan memberikan harga yang terjangkau dengan fasilitas yang standar untuk anak muda.

Mungkin sebenarnya di era sekarang masih banyak tempat kost yang berada di daerah kampus tetapi sang pemilik terlalu cuek dan tidak mempromosikan dengan baik pada mahasiswa baru.

Jadi salah satu upaya saya untuk menjaga jumlah pelanggan yaitu saya akan selalu memberi info jika kamar kost ada yang kosong, dan memberi promo bulanan untuk mahasiswa , dan pelayanan yang baik untuk mereka agar para mahasiswa bisa mempromosikan dengan tidak langsung kepada adik kelasnya jika ada tempat kost yang terjangkau dan nyaman, promosi bisa saya lakukan dengan cara membagikan brosur atau menempel info tentang tempat kost kita secara detail. Dan saya akan memberikan keamanan bagi mahasiswa yang menyewa kost.

Link foto :

https://images.app.goo.gl/eedj79NPywrdD545A

https://images.app.goo.gl/wZm7qkxSd1M1E4wS8

https://images.app.goo.gl/smE3uvk5gM9f9H3NA

https://images.app.goo.gl/PihmdMUGZP8m8wiE9

https://images.app.goo.gl/Gj84aowTsqUnQiuA7

Pariwisata berteman dengan “Internet of Things”

Kembali lagi dengan saya Ni Made Aprilia Dewi Rada dari kelompok “GAYO” nomer absen 23.

Revolusi 4.0? mungkin ini masih asing dari pendengaran kita setapi perkembanggannya sangat berpengaruh di lingkungan sekitar kita, sebelum membahas lebih jauh tentang pengaruh industry 4.0 pada pariwisata , ada baiknya kita harus tau arti dari Revolusi inustry .

Menurut sumber yang saya baca di Internet dapat saya simpulkan  yaitu Revolusi industri secara simpel artinya adalah perubahan besar dan radikal terhadap cara manusia memproduksi barang. Perubahan besar ini tercatat sudah terjadi tiga kali, dan saat ini kita sedang mengalami revolusi industri yang keempat. Setiap perubahan besar ini selalu diikuti oleh perubahan besar dalam bidang ekonomi, politik, bahkan militer dan budaya. Sudah pasti ada jutaan pekerjaan lama menghilang, dan jutaan pekerjaan baru yang muncul.

Ternyata jika kita liat perubahan yang terjadi pada bidang industry itu sangatlah berpengaruh pada dunia pariwisata. Kenapa? Hal ini terjadi karena dilihat dari industry 1.0 yaitu menggantikan pekerjaaan yang mengandalkan otot angin dan air. Hal itu berarti berkurangnya otot manusia yang di perlukan dalam sebuah pekerjaan karena sudah di gantikan dengan mesin uap, industry 1.0 sangat berpengaruh pada dunia modern ini karena untuk pertama kalinya ditemukan mesin uap. Salah satunya yaitu memproduksi mobil pada jaman itu memproduksi satu mobil di butuhkan waktu lebih dari dua belas jam, yang berarti memerlukan banyak tenaga manusia, dan peminat mobil pada era itu snagatlah banyak, dan jika ada satu bagian dari mobil yang salah, berarti kita harus mengulangnya dari awal. Hal ini pastilah akan menghabikkan lebih banyak waktu.

Dan pada Revolusi industry 2.0 yaitu menggantikan tenaga uap dengan tenaga listrik. Salah satunya yang meurut say abaca yaitu pada saat pembuatan mobil yang dulunya menggunakan tenaga uap di ganti menjadi tenaga listrik, jadi industry mobil hanya perlu membuat badan mobil dan tinggal di tambahkan mesih untuk menghidupkan mibil tersebut, bisa di bayangkan berapa tenaga kerja yang terbebas dari produksi mobil ini.

Hasil gambar untuk industri 4.0

Terlepas dari industry 2.0 muncullah revolusi baru yaitu revolusi industry 3.0,  yang menurut yang saya baca yaitu  Faktor berikutnya yang diganti adalah manusianya. Setelah revolusi industri kedua, manusia masih berperan amat penting dalam produksi barang-barang, seperti udah disebutkan sebelumnya, ini adalah era industri!

Revolusi industri ketiga mengubahnya. Setelah revolusi ini, abad industri pelan-pelan berakhir, abad informasi dimulai. Kalau revolusi pertama dipicu oleh mesin uap, revolusi kedua dipicu oleh ban berjalan dan listrik, revolusi ketiga dipicu oleh mesin yang bergerak, yang berpikir secara otomatis: komputer dan robot.

Hasil gambar untuk industri 4.0

Langsung saja ke revolusi 4.0 yang sangat berpengaruh dalam kehidupan kita dan industry pariwisata , revolusi industry 4.0 ini adalah “ internet of things” yang artinya hampir semua pekerjaan industry sekarang bisa dijalankan dengan digital, contoh nyatanya yaitu tukang karcis parker sekarang di gantikan oleh mesin otomatis yang berhubungan dengan digital. Bisa dilihat adaberapa banyak mall yang ada di dunia ini dan berapa banyak manusia yang digantikan oleh digital. Salah satunya dalam pariwisata yaitu bergantinya agen pariwitasa ke travel digital, dulu mungkin tamu wisatawan sangatlah perlu dengan adanya tour guide , di era sekarang wisatawan yang akan berlibur di suatu daerah sudah bisa mecari tmpat wisata di daerah yang baru pertamakali mereka datangi dengan bantuan digital travel yang pastinya lebih murah.

Hasil gambar untuk industri 4.0

Jadi pengaruh Revolusi industry 4.0 bagi bidang pariwisata itu sangatlah besar, kita tidak lagi bersaing dengan sesama kerabat tetapi sekarang kita bersaing dengan internet, tetapi tetaplah kualitas dari travel digitas tidak selalu on point, walaupun sangat canggih namun internet tetaplah benda mati yang mungkin saja tidak bisa di akses di daerah pedalaman, selagi kita para pejuang pariwisata dalam bersaing dengan industry 4.0 ada baiknya jika kita juga menggunakan sebagai reverensi tempat wisata yang sedang marak di kunjungi wisatawan, selain pengaruh itu, revolusi industry 4.0 juga memberi pengaruh yang baik bagi bidang pariwisata karena semua jenis usaha akan cepat berkembang dan diketahui oleh banyak orang jika kita membagikan situs usaha kita di internet karena internet merupskan jendela dunia, jadi kita harus pintar mempergunakan internet dan mencari sisi positif dari semua revolusi industry yang terjadi. Yang pastinya kembangkan diri, belajar yang giat agar bisa bersaing dan bertahan.

link foto :

Liburan Efektif dan Efisien Dengan Travel Digital

              

This image has an empty alt attribute; its file name is image.jpeg

   Pariwisata sampai saat ini masih masuk ke dalam lima sektor prioritas pembangunan Indonesia tahun 2019, Pemerintahan Presiden Joko Widodo juga telah menggencarkan pembangunan infrastruktur menuju destinasi prioritas. Pemerintah perlu menambah destinasi prioritas di beberapa daerah, sehingga iklim investasi juga dirasakan oleh berbagai daerah. Keterbatasan aksesibilitas menuju destinasi seringkali menjadi kendala bagi pengembangan pariwisata di daerah.

                 Episode mimpi buruk pariwisata di Indonesia terjadi ketika Bom Bali 12 Oktober 2002. Pady’s Café dan Sari Club di Legian luluh lantah dibom oleh tiga pelaku teror Imam Samudra, Amrozy, dan Ali Gufron. Korban tewas 202 orang, 300 luka-luka dan 88 orang korban yang meninggal adalah warga negara Australia. Beberapa pengusaha pariwisata jatuh bangkrut akibat travel warning yang dikeluarkan oleh beberapa negara. Kunjungan wisatawan asing dan domestik menurun drastis. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal terjadi di industri pariwisata dan dunia usaha lain yang menopang pariwisata.

                 Mimpi buruk pariwisata Indonesia dilengkapi dengan erupsi Gunung Agung di Karangasem, Bali sejak Oktober hingga Desember 2017. Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan erupsi tersebut menimbulkan kerugian bagi sektor pariwisata Indonesia. Kerugian ditaksir mencapai 250 milyar rupiah per hari atau jika ditotal mencapai 9 triliun rupiah. Padahal periode tersebut adalah peak season bagi kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara.

This image has an empty alt attribute; its file name is image-4.jpeg

                        Tren pariwisata selalu berubah setiap waktu. Berbagai faktor pun mempengaruhi, salah satunya adalah generasi yang selalu dibicarkan, Milenial. Milenial lagi, milenial lagi. Generasi ini seperti tidak henti-hentinya menjadi topik pembicaraan di mana pun. Namun, ternyata pengaruhnya cukup besar terhadap sebuah perkembangan pariwisata. Milenial merupakan satu-satunya generasi yang disebut ‘digitally native’, atau sangat familiar dengan gawai dan teknologi. Saat mereka plesiran, umunya jadi hal wajib untuk membagikan pengalaman di media sosial. Meskipun (pada

kenyataanya) generasi di atas milenial pun juga ikut-ikutan. Foto dan berbagi menjadi hal wajib saat berwisata. Namun, platform atau media yang digunakan umumnya berbeda. Namun, karena kedekatannya dengan teknologi, milenial seakan-akan mampu ‘menyulap’ waktu singkat tersebut. Mereka mampu membuat perjalanan wisata yang efisien dan efektif melalui kedekatan teknologi. Mulai dari membeli transportasi, mengatur jadwal perjalanan sampai akomodasi. Seiring berjalannya waktu, hal ini diselaraskan oleh para pelaku industri wisata yang berbasis digital. Traveler bisa lihat berbagai perkembangan Online Travel Agent, atau badan pariwisata yang mempromosikan tempatnya melalui media sosial. Pilihan wisata melalui teknologi pun juga bisa memudahkan dari berbagai sisi. Dari mulai melihat harga termurah, akses, sampai memesan transportasi, akomodasi dan atraksi.

            Berbicara pariwisata tentu tak lepas dari partisipasi terkhusus dalam pengembangan pariwisata di Bali. Partisipasi menjadi titik mula dalam pengembangan wisata berbasis masyarakat. Dengan partisipasi dari semua pihak khususnya masyarakat, iklim wisata akan terbangun. Ketika semua orang turut mendukung, maka para wisatawan akan merasa nyaman berdiam di sebuah objek wisata.

          

This image has an empty alt attribute; its file name is image-1.jpeg

  Selain partisipasi, prinsip yang harus dijaga dalam pengembangan wisata adalah menjaga kebudayaan. Tiga pilar pembangunan berkelanjutan menjadi acuan dalam hal ini. Wisata tidak boleh hanya mengedepankan tujuan ekonomi tapi juga keberlanjutan sosial budaya dan lingkungan. Inti wisata berbasis masyarakat bukan soal bagus atau tidaknya destinasi. Perubahan pola pikir masyarakat adalah hal yang lebih utama. Misalnya dalam sebuah desa wisata yang sedang digalakkan di seluruh wilayah Bali, satu penduduk dengan penduduk lain harus memiliki keramahan yang sama. Ketika disambut dengan keramahan semua penduduk desa, secara otomatis wisatawan akan merasa senang dan akan kembali datang ke desa tersebut. Karenanya partisipasi masyarakat dan keramahan mereka inilah yang akan menjadi faktor keberlanjutan wisata berbasis masyarakat.

                        Ketika partisipasi dan keramahan sudah terbangun, proses pemasaran menjadi perhatian selanjutnya. Desa-desa wisata di Indonesia khususnya di Bali menemui kesuksesan karena bantuan teknologi dan keberadaan generasi milenial. Generasi ini umumnya memiliki karakter sebagai pengguna media dan teknologi digital. Penggerak wisata berbasis masyarakat harus mengenali karakter dan cara generasi milenial dalam berkomunikasi. Menguasai cara generasi milenial berkomunikasi berarti menguasai proses pemasaran wisata.

                        Hasil studi Singapore Tourism Board menyatakan bahwa wisatawan milenial lebih suka mencari pengalaman baru, unik, otentik dan personal. Mereka sangat percaya pada ulasan-ulasan wisata terutama pada media sosial. Pada poin inilah wisata berbasis masyarakat bertemu dengan tren pasar. Desain wisata yang mengedepankan keintiman interaksi masyarakat desa dengan para wisatawan serta keunikan desa menjadi daya tarik bagi wisatawan milenial. Masih menurut Singapore Tourism Board, wisatawan milenial Indonesia mudah terpengaruh oleh pengalaman orang lain. Media social-lah yang menjadi media saling mempengaruhi tersebut. Selain media sosial, forum-forum di internet dan situs review wisata menjadi rujukan bagi mereka untuk berkunjung ke sebuah tempat wisata.

This image has an empty alt attribute; its file name is image-2.jpeg

                        Generasi milenial adalah konsumen wisata yang sangat potensial. Selain jumlah yang besar, karakter mereka secara tidak langsung sangat mendukung proses promosi. Karenanya, pengelola wisata dituntut untuk mengikuti keinginan dan harapan mereka. Jika tidak, tentu mereka akan mengabaikan wisata kita. Secara berurutan, generasi milenial paling banyak menggunakan media sosial youtube, facebook dan instagram. Pegiat wisata berbasis masyarakat harus mempelajari karakter dari ketiga media sosial tersebut. Secara teknis, perlu riset media sosial untuk mendapatkan hati para generasi milenial. Hal pertama yang harus dilakukan adalah mencari kata kunci yang berhubungan dengan wisata yang sedang kita kembangkan. Misalnya saat ada penyelenggaraan event pariwisata seperti Buleleng Festival tentu penggunaan hastag atau tanda pagar dalam meng-upload sesuatu. Setelah itu perlu mencari akun atau orang-orang yang tertarik dengan karakter wisata yang sedang dikembangkan. Terakhir, mengunggah foto atau video terbaik dengan menyertakan kata kunci dan menandai (tag) orang-orang sehuingga saat orang lain membuka aplikasi tentu akan menjadi prioritas tampilan dalam halaman awal.

                        Dari hal tersebut juga memperlihatkan bahwa kecemasan juga sudah berubah, dari mencemaskan pengorbanan untuk mengunjungi destinasi wisata menjadi mencemaskan kalau medsosnya tidak dikasih “hati” atau jempol oleh follower atau fans-nya. Sungguh perilaku yang unik kan, tapi lagi-lagi itulah kenyataannya dari fenomena tersebut. Melihat fenomena tersebut, Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Pariwisata, Dinas Kebudayaan dan kelompok lainnya sebenarnya sudah menangkap hal tersebut. Dari rangkaian kegiatan promosi pariwisata yang dibalut dengan event-event dari awal Januari sampai dengan Desember tiap tahunnya tentu menjadi agenda yang padat sebagai percepatan peningkatan kunjungan pariwisata baik wisatawan manca negara dan domestik. Pengelolaan media sosial menjadi hal yang perlu ditingkatkan, dengan mengajak generasi milenial untuk berpartisipasi dalam mempromosikan apa yang mereka dapat atau apa yang mereka alami selama ada di wilayah Buleleng atau menyaksikan event-event wisata. Sederhananya harus ada aturan main yang mudah dan ditetapkan untuk digunakan dalam tiap unggahan generasi milenial dengan kata lain memaksimalkan penggunaaan tanda pagar tadi. Sosialisasi penggunaan tanda pagar dapat disampaikan melalui akun sosial media pemerintah daerah yang diteruskan oleh akun unit kerja sampai ke pemerintah kecamatan. Sehingga wisatawan yang lalu lalang di wilayah Buleleng akan terus melihat seperti di baliho-baliho jalan utama. Sedikit banyak sebagai ajang promosi di dunia maya, dunia maya milik generasi milenial dan generasi milenial sebagai alat promosi, saat promosi berjalan kunjungan ke Buleleng meningkat karena rasa ingin tahunya akibat “serangan” di social media yang tinggi, sederhananya seperti itu.

This image has an empty alt attribute; its file name is image-3.jpeg

             Usaha pariwisata/destinasi zaman now harus mengedepankan prinsip digital friendly, yaitu memfasilitasi pengunjungnya dalam melakukan look, book, buy dan act dengan media digital. Berarti pengelola harus benar-benar memiliki media digital seperti website, aplikasi mobile, dan mendukung sistem transaksi digital. Key success factor usaha pariwisata/destinasi zaman now adalah dengan menyediakan spot-spot dekomentasi yang Instagramable, yang dapat diabadikan oleh pengunjung baik dari depan, belakang, kanan, kiri, atas, bawah. Bahwa orang-orang sekarang ini sangat haus akan pengakuan, oleh karena itu pengelola harus memfasilitasi mereka dengan spot-spot foto yang memukau dan kekinian, Wisatawan zaman now memiliki gaya hidup digital (digital lifestyle), dan perangkat digital mereka harus didukung oleh beberapa fasilitas seperti tempat charging baterai, steker listrik (colokan), wifi, dll. Hal tersebut mungkin dipandang sepele, tetapi kenyataannya masih banyak tempat wisata yang masih belum aware. Padahal pada saat ini hal tersebut sudah menjadi hal yang generik, yang sudah seharusnya tersedia atau bukan lagi menjadi augmented product seperti zaman old. Usaha pariwisata/destinasi zaman now harus terus kreatif dan inovatif dengan selalu menampilkan augmented product yang baru, yang unik, agar selalu hits dan tidak membosankan

Introduce Yourself (Example Post)

This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.

You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.

Why do this?

  • Because it gives new readers context. What are you about? Why should they read your blog?
  • Because it will help you focus you own ideas about your blog and what you’d like to do with it.

The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.

To help you get started, here are a few questions:

  • Why are you blogging publicly, rather than keeping a personal journal?
  • What topics do you think you’ll write about?
  • Who would you love to connect with via your blog?
  • If you blog successfully throughout the next year, what would you hope to have accomplished?

You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.

Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.

When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.

Design a site like this with WordPress.com
Get started